Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Serba serbi Masjid Al Huda Masjid Al Huda Playen terletak di dusun Sumberjo Rt 30 Rw 04 desa Ngawu di sebelah barat pasar Playen, dari Pendopo kecamatan Playen kearah barat sekitar 400 m. Masjid ini didirikan pada tahun 1800 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke VIII. Masjid Besar Al Huda ini berdiri di tanah Krajan seluas 5.295 m. Pada saat ini didirikan luas masjid 405 m dengan struktur jpglo jawa dengan 4 tiang sokoguru. Pendirian Masjid ini dilatar belakangi karena belum maksimalnya penyebaran syiar agama Islam di wilayah Yogyakarta bagian tenggara, khususnya daerah Gunungkidul. Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 2/K/1960 tentang pemberian hak milik atas tanag bahwa tanah kesultanan kepada takmir masjid Al Huda seluas 2.385 m, dan diberikan kepada Muhammad Dasuki seluas 2.420 m sebagai penghargaan atas jasa sebagai naib Kapanewon (Kraton), karena jabatan Naib pada waktu itu tidak memperoleh gaji, sedangkan petugas Naib sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pada tahun 1940 di Masjid Al Huda diadakan penyiaran agama Islam di wilayah Gunungkidul bagian barat. Yang berperan penting waktu itu seorang tokoh ulama bapak H. Muhammad Ikhsan , sedangkan santri yang datang berasal dari wilayah Patuk, Panggang, dan Playen sendiri. Pada masa perang kemerdekaan, masjid ini digunakan sebagai pusat pelatihan para pemuda yang dipimpin Muhammad Abdani untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada waktu pemberontakan G/30/S/PKI Masjid Al Huda Playen digunakan sebagai pusat memperdalam ilmu agama untuk mencegah pengaruh paham komunisme. Al Huda merupakan masjid Besar Kecamatan Playen berdasarkan surat keputusan Camat Kecamatan Playen. Sedangkan secara legalitas masjid Al Huda dilindungi Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 164/ KPTS/2015 pada tanggal 15 Juni 2015 tentang Penetapan Rumah Rumah Ibadah Di Kabupaten Gunungkidul, bahwa dalam keputusan ada 1.456 masjid dan Masjid Al Huda termasuk didalamnya.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..